Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul

Bantul Sehat 2010

Archive for the ‘Artikel Kesehatan’ Category

Osteoporosis dan Osteoartritis

Posted by Admin pada 20 Mei 2009

Gangguan pada lutut, dan tulang (osteoartritis)pada umumnya dikaitkan dengan osteoporosis. Nyatanya, hal ini temasuk dua hal yang berbeda. Apa perbedaannya? Osteoporosis adalah pengeroposan tulang, sedangkan osteoartritis adalah perkapuran tulang. Perkapuran adalah penyakit di dalam sendi sementara osteorosis adalah penyakit pada tulang. Osteoporosis tidak memberikan gejala, tidak sakit atau terasa nyeri jika tulangnya patah karena telah rapuh. Berbeda dengan osteoartritis yang pasti menimbulkan rasa nyeri, terutama pada sendi lutut. Lutut merupakan sendi terbesar dalam tubuh yang penggunaannya juga banyak digunakan dalam keseharian. Lutut membuat kita dapat bergerak, duduk hingga berlari. Selain itu lutut juga membantu menopang berat tubuh. Osteoporosis dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi susu yang mengandung kalsium. Berbeda dengan osteoartritis yang tidak berpengaruh pada seberapa banyaknya kita mengkonsumsi susu berkalsium tinggi. Gejala osteoartritis di antaranya adalah rasa nyeri yang bertambah kuat seiring dengan bertambahnya aktivitas yang dilakukan. Pada kondisi lebih lanjut, rasa nyeri tetap timbul bahkan ketika kita dalam keadaan beristirahat atau tidur. Sendi lutut terasa kaku dan sulit untuk digerakkan, tidak dapat dilipat ataupun ditekuk dengan sempuna, timbul bunyi setiap kali bergerak, dan bengkak. Semua orang beresiko terkena osteoartritis, terlebih lagi mereka yang memiliki tingkat aktivitas yang tinggi. Pada mobilitas yang tinggi, orang seringkali mengalami keluhan pada sendi lutut. Sedangkan pada orang dewasa muda, keluhan lutut umumnya berhubungan dengan pekerjaan seperti mengangkat barang berat, cedera ketika berolahraga, sering naik turun tangga. Pada oran gyang telah berusia di atas 40 tahun, keluhan timbul akibat memasuki masa penuaan dan bertambahnya berat badan. Hal yang sering dikeluhkan adalah keseleo. Namun banyak orang menganggap hal tersebut ringan karena masih dapat berjalan. Padahal tidak sedikit keseleo yang menjadi serius karena dapat mengakibatkan cedera tulang rawan sendi, meniscus, dan urat (ligament). Hal tersebut tidak dapat dideteksi dengan rontgent / sinar X, karena terlihat normal. Oleh karena itu hanya dapat dilakukan dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk melihat kelainan struktur sendi. Cedera tulang rawan umumnya terjadi karena trauma yang disebabkan oleh keseleo. Contohnya sering menggunakan sepatu berhak tinggi, atau melakukan olahraga tanpa pemanasan. Pemanasan sangat penting dilakukan tubuh untuk melenturkan sendi sehingga siap digunakan saat berolahraga. Hati-hati melakukan olahraga bagi mereka yang memiliki tulang yang berbentuk O atau X dan riwayat tempurung sering lepas.

Sumber :

http://www.info-sehat.com/inside_level2.asp?artid=1449&secid=31

Iklan

Posted in Artikel Kesehatan | Komentar Dinonaktifkan pada Osteoporosis dan Osteoartritis

Kenali Gejala Awal Stroke

Posted by Admin pada 18 Mei 2009

Hingga 40% pasien stroke tidak dapat mengindentifikasi gejala awal yang menyerang tubuh mereka atau mengenali faktor risiko yang sebenarnya bisa menyelamatkan nyawa. Di Amerika Serikat, stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga. Setiap tiga menit, seseorang meninggal dunia karena stroke. Sementara kejadian stroke terjadi setiap 45 detik. Berarti 750.000 kejadian stroke per tahun, menurut Neurolog dari Rush University Medical Center, Dr Sayona John seperti dilansir dalam news.medill.northwestern.edu. “Sayangnya kewaspadaan publik terhadap stroke sangat rendah. Pengetahuan tentang ini bahkan lebih rendah pada orang berusia lanjut, terutama kaum wanita dan minoritas. Mereka tidak memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika seseorang mengalami stroke,” ujarnya. Stroke dapat muncul dalam berbagai bentuk. Stroke ischemic disebabkan penyumbatan pembuluh darah. Sementara itu serangan hemorrhagic disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah. Gejala-gejala yang perlu diperhatikan dari stroke adalah lumpuh mendadak, wajah tampak turun di salah satu sisi, kesulitan berbicara, kebutaan, mati rasa, pandangan kabur, tampak gerakan yang tidak nyata, kesulitan untuk seimbang hingga hilang kesadaran. “Seiring dengan pertambahan usia, risiko seseorang untuk terkena stroke semakin tinggi. Pria lebih berisiko terkena stroke dibandingkan wanita,” jelas Sayona. Sementara itu, Neurolog dari Rush University Medical Center Dr Richard E. Temes mengatakan, stroke sangat mungkin terjadi kapan saja. Yang perlu diingat adalah stroke sangat mungkin dicegah. Salah satu penanda yang paling mudah dikenali saat seseorang akan terkena stroke adalah penyumbatan pembuluh darah sementara atau disebut transient ischemic attack (TIA). Sekitar 15%-20% dari pasien yang mengalami stroke terlebih dulu mengalami TIA. “Gejala-gejalnya sama dengan saat seseorang mengalami stroke, hanya saja tidak berlangsung lama,” terangnya. Saat seseorang sadar dia mengalami TIA, lanjut Richard, maka sebaiknya mencari pertolongan medis secepatnya untuk mencegah serangan stroke yang sebenarnya. Faktor risiko yang mempertinggi kemungkinan stroke sangat mungkin dikontrol seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, kolesterol tinggi dan obesitas, perubahan detak jantung, diabetes dan berbagai penyakit lainnya. “Anda bisa berhenti merokok, mencoba pengobatan dan mengontrol pola makan. Namun yang paling penting adalah mencoba mengatur tekanan darah Anda,” tutur Sayona. Untuk pengobatan darurat pada saat stroke dapat digunakan sejenis obat yang disebut tPA yang dimasukkan melalui urat. “Anda akan pulih 60-70& lebih cepat jika saat terjadi stroke diberikan pengobatan itu,” ujar Sayona. Namun, tPA juga hanya efektif jika diberikan pada tiga jam pertama terjadi stroke. Jika diberikan setelah itu, justru obat tersebut dapat meningkatkan risiko pendarahan otak. Jika pasien sampai di rumah sakit sekitar enam hingga delapan jam setelah terjadinya stroke, pengobatan masih dapat dilakukan melalui kateter melalui pembuluh darah dan pembekuan pada otak. “Sangat penting untuk mengetahui tanda serta gejala stroke dan membawa orang yang terkena stroke ke ruang gawat darurat sesegera mungkin,” tegasnya. (rin)

Sumber: http://www.republika.co.id

Posted in Artikel Kesehatan | Leave a Comment »